Honeymoon With My Hubby : Our First Dream Trip

Hanoi kiri ke kanan: Banyak motor, kapal tempat kita nginep, bangunan tinggi tapi sempit, foto bareng temen2 manca negara, Lina & Susie, Sweet couple, makanannya ngak enak, belanja

Pada waktu masih pacaran, saya dan “mantan pacar” memang sudah merencanakan untuk traveling pada saat hanimun. Kami sudah nyicil beli dolar, cari2 info tentang tempat yang akan dikunjungi, dan pesan tiket.

Tempat yang kami pilih adalah Thailand (Bangkok) dan Vietnam (hanoi, Ha Long Bay), sebagai tempat hanimun kami. Kenapa pilih dua negara tersebut. Si abang ingin sekali pergi ke Ha Long Bay, tetapi harus melewati Hanoi dulu biar jaraknya lebih dekat. Tetapi rute pesawat Jakarta-Hanoi belum ada, jadi kami memilih rute jakarta-bangkok-hanoi.

Perjalanan dimulai tanggal 19 April 2010 setelah resepsi pesta di Jakarta, kami berangkar ke airport dianterin oleh papa Padang, dan dibekali makan malam oleh Mama Padang. Mengingat apda jam makan malam kami akan berada di pesawat.

Saat sampai di bangkok pada tangal 19 April malam, alih-alih menginap di hotel, kami memilih menginap di musola bandara Suwarnabhumi. Karena jadual berangkat ke Hanoi adalah besok paginya Lumayan menekan biaya dan waktu mengingat hotel di bangkok lumayan jauh dari bandara jaraknya.

Sesampainya di hanoi, kami menginap di apartemen sederhana, rekomendasi dari milis backpacker, Apt hotels. Dengan tarif U$16/night incl breakfast, kami sudah cukup puas dengan akomodasi disana.
Kota Hanoi (dahulu adalah ibukota Vietnam sebelum dipindah ke Ho Chi Minh), adalah kota sederhana, yang belum tersentuh teknologi a la kota metropolitan. Disana, populasi kendaraan bermotor (kebanyakan motor bebek dan Vespa) seliweran di seluruh jalan, dan orang sana seneng banget mencet klakson, saat berkendaraan, walopun tidak sedang mau belok atau “negor” kendaraan di depannya. Jadi dapat dibayangkan berisiknya minta ampun, hehehe…
Sementara mobilnya tidak terlalu banyak. Transportasi umum juga masih jauh ketinggalan. Pemandangannya masih sama lah dengan kota-kota kecil di Indonesia, dimana bis-bis tua dan lusuh, penuh sesak oleh penumpang.

Dari sisi pembangunan, setelah diperhatikan, di kota Hanoi rumah-rumah atau bangunan rata-rata lebarnya sama. Tidak lebih dari 2 atau 3 meter-an, tetapi pembangunan gedung/rumah/apartemen/hotel di fokuskan ke atas dengan jumlah lantai yang tinggi (rata-rata 3 atau 4 lantai untuk rumah biasa dan 5 lantai ke atas untuk bangunan hotel atau apartemen).

saya dan suami tidak habis penasaran, kenapa konsep itu berlaku di hanoi. Apa karena negara sosialis, sehingga pemerintahnya membatasi area tanah, dan penduduknya sudah di jatahin tanah masing-masing. Pertanyaan itu yang belum kami dapatkan jawabannya sampai saat ini. Mungkin ada yang tau?

Kami semangat mengunjungi negara ini karena ngincar tempat wisata namanya Ha Long Bay, lokasi berasa sekitar 3,5 jam perjalanan bis dari hanoi. kami datang kesana untuk melihat lautan dengan banyak batu-batu raksasa, dan kami berlayar memakai kapal besar serta bermalam didalamnya. What a dream. Dan setelah mengalami sendiri melewatkan waktu di halong Bay, semunya terasa menyenangkan.

Walapun lautnya ngak bagus2 amat, masih bagusan laut di Indonesia, tetapi secara keseluruhan pemandangan bagus. Kami menyaksikan sunset terindah yang pernah kami lihat. Kami bertemu dengan teman-teman dari manca negara yang sangat friendly. -Saat itu turis indonesia nya cuma kami berdua-.Pasangan Susie dan daniel dari jerman adalah yang terbaik. Mereka berdua masih muda, telah melakukan perjalanan keliling amerika selatan, thailand dan afrika selama 10 bulan terakhir dan akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia (kami rekomendasikan, manado, bali, dan sulawesi selatan). Mereka sangat happy dan sangat menikmati hidup. Daniel resign dari kerjaannya di German hanya untuk traveling bersama Susie. They are the sweetest couple we’ve ever met actually. Mereka ngak peduli berapa uang harus mereka dapat, ngak seperti kita, kerja siang malem, stress jalanan macet, stress nagk punya diut dll. so ironic. Dan kami menjalin bersahabat juga dengan satu teman lainnya, Sheila namanya, dari NY, US. Sheila mengingatkan saya pada sahabat saya Mila di Jakarta. Orangnya energetic, suka ketawa, doyan makan, lucu, dan rame. Mila banget hehehe…

Sheila mirip banget dengan aktris holywood favorit saya, Kate Hudson. Beberapa kali saya panggil dia “kate” haha.. dan dia juga mengakui selain saya, banyak yang lainnya yang bilang dia mirip hudson.

Selain berlayar menggunakan kapal, aktifitas di halong bay, yaitu keliling gua batu dan kayakking. kayakking adalah mendayung perahu kecil keliling lautan dengan 2 orang partner satu perahu. Tentu saya berpasangan dengan suami saya. I Love kayaking, that was so fun. my favourite part.

Setelah semalam di ha Long Bay, kami kembali lagi ke Hanoi. malamnya di hanoi kami keliling kota hanoi untuk mencari souvernir. kami membeli tas-tas rajutan lucu untuk oleh-oleh. Tetapi makanan di Hanoi saya tidak suka sama sekali. yang jualan kebanyakan di emperan toko. modalnya meja kecil dan dingklik untuk para tamunya makan, danmenu nya ngak jauh-jauh dari babi. yaksss… pokoknya engga banget. Tapi untungnya kami ketemu gerai KFC. langsung rakus deh makan KFC hahaha.

Setelah 3 hari di Vietnam, kami melanjutkan perjalanan ke Bangkok. dan I Love bangkok so much. Di Bangkok kami menginap di I-Residence, berlokasi di Silom (dekat dengan pusat ledakan granat pada 22 April 2010 malam, saat itu kami sedang di Hanoi).

Walaupun situasi politik di kota Bangkok sedang tdk terlalu aman, tapi kami tdk hawatir karena ada teman dari indonesia yang tinggal disana. jadi kami diantar ke tempat-tempat yang tdk ada demonya. kami mengunjungi weekend market, Chathuchak. Disana barang2 murah sekali dan lucu-lucu. waahh kami berdua panik dan kalap, pengen ngeborong semuanya. Selain itu kami pergi ke Grand palace, tempat domisili raja thailand, tempat ini simbol kerajaan bangkok banget, banyak temple warisan leluhur kerajaan Thailand. wajib dikunjungi jika berada di bangkok.

Last but not least. kami mengunjungi outlet Jim Thompson, local designer Thailand. disini saya sampe ternganga dengan mulut terbuka melihat benda benda dan aksesoris yang lucu seperti tas rata-rata harganya “cuma” 900 THB (setara Rp.250 rb). duuuhhhhhh pusing deh, ngak bisa beli satu toko tuh barang-barang hahaha..
Di outlet ini saya membeli 4 tas dan 2 tempat make up. Coba kalo belanja di Jakarta 1 juta cuma dapet 1 atau 2 barang bagus. Di Jim Thompson ini kami bawa 3 tentengan tas belanjaan. harganya ngak lebih dari 1,5 juta rupiah. Amazing.

Dan satu hal yang saya kagumi dari bangkok, saya sukaaaaaa sekali makanannya. ss spicy and tasty. Tom Yam, Pad Thai, that is my favourites. I Love it Much.

Satu hal lagi mengenai bangkok, disana mini market 7-Eleven menjamur banget. disetiap suduh jalan ada. bahkan di beberapa lokasi tertentu, di satu ruas jalan, berderet 3-4 unit toko 7-Eleven. Di Singapura aja ngak gitu-gitu banget.

Perjalanan hanimun kami menyenangkan, koper yang dibawa pulang pun beranak, berisi oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman.

saya dan abang memang suka sekali travelling, dan insya alloh kami mau mulai menabung lagi buat mempersiapkan perjalanan selanjutnya.
Next Destination: Turkey, Yunani.
Mudah-mudahan dikasih rezeki dan kesehatan, agar rencana kami ini dapat terealisasi di tahun 2012 paling lambat. Amin.

Foto Bangkok

1 Comment »

  1. next trip 2012? what the…
    tapi gpp sih, asal pete pete huehehehe

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: