Hubby Sakit

Suami saya sekarang sedang terdampar di RS.Siloam Kebon Jeruk sejak hari Minggu lalu, karena terindikasi DB (Demam Berdarah). Walopun saat ini demamnya sudah turun bertahap sejak pertama dirawat, tapi trombositnya juga paralel turun bertahap, which is ini sangat berbahaya buat penderita DB. Duh jadi tambah hawatir nih…:(

Semua bermula pada hari Sabtu minggu lalu, seperti hari-hari libur biasanya, kita berdua senang menghabiskan waktu di rumah, gotong royong bersihin rumah, mencuci dan memasak. setelah makan siang jam 3 (makan siangnya kesorean, karena sarapan juga baru jam 10), kita siap2 mau ke rumah temen saya, Saras untuk ngambil mesin cuci yang kita beli dari dia.

Suami saya sih saat itu masih sehat bugar. Malemnya, pulang dari rumah saras, kita mampir dulu di DimSum Festival di Radio Dalam untuk dinner.

Sesampainya Di rumah, suami saya tiba-tiba ngak enak badan, pegel2 linu gitu. Saya fikir mungkin karena kecapean aja, dan saya suruh tidur cepet. Pas tengah malem baru deh demam tinggi. Saya jadi hawatir karena di rumah tidak disediakan obat demam. mau cari ke warung pun, mana ada warung disekitar komplek rumah. Akhirnya terpaksa menunggu sampai pagi buat di bawa ke dokter.

Pagi-pagi pun kita ngak bisa langsung ke RS. walopun jarak RSPI ngak jauh dari rumah kita, tapi karena saya ngak bisa nyetir, jadi terpaksa deh hubungi kakak buat ngantar kesana.

Masuk UGD RSPI, hasil labnya sudah positif DB, dan dianjurkan untuk dirawat. Akhirnya kita memutuskan untuk dirawat di RS. Siloam Kebon Jeruk, deket dari rumah kakak. Biar bisa gantian jagain. Sebenarnya saya ingin sekali jagain suami saya siang malem, tapi apa daya, saya harus masuk kantor karena jatah cuti sudah habis, minus malah. Jadi akhirnya saya terpaksa pergi ngantor dan malamnya jagain suami.

Suami saya memang hebat walpoun sakit tapi tetap tidak mau merepotkan, pergi ke kamar mandi sendiri, dan butuh apa-apa tidak terlalu merepotkan. I love u hubby.

Sekarang sudah hari ke-4 dan trombositnya menurun terus, walaupun sudah tidak demam, tapi saya hawatir. Mudah2an abang cepat sembuh yaaaa.. I miss spending time with you. My hubby is my best friend, dia sahabat, kakak, suami dan orang tua bagi saya. dia bisa bergosip, nemenin belanja, bantu masak, beberes, teman ketawa-ketawa bareng, teman keliling kuliner, temen nonton, dan bisa juga sebagai penyelesai masalah finansial hahah. Dia sahabat terbaik yang saya punya. So, sedih banget saat ini dia sakit.

Sejak suami saya sakit, otomatis dia tidak bisa nyetirin (nganter) saya ke kantor lagi. beruntungnya, kakak ipar juga kerja di kantor yang sama. Jadi dia bisa nyetirin. Disaat-saat seperti ini, dimana suami tidak selalu bisa mengantar jemput, kebutuhan untuk bisa nyetir sendiri sangat tinggi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, saya ada waktu untuk kursus mengemudi, biar kemana-mana mandiri, jadi tidak merepotkan orang lain lagi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: