Masak Yuk

Persiapan mau masak bistik daging

Sebelumnya suami saya engga percaya kalau saya bisa masak. Karena selama saya kos di Jakarta dan ketika saya pulang kampung pun, saya tidak pernah masak. Setelah nikah, saya coba untuk membuat masakan sendiri dengan menu sederhana hanya sekedar untuk makan berdua. Alhamdulilah masakan saya lumayan. Ternyata perempuan memang pada dasarnya punya bakat untuk masak. Tergantung dari usaha dan kemauan untuk mencobanya.

Setelah nikah, saya masak untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Senin-Kamis saya bawa bekal ke kantor. Sementara sarapannya dilakukan di mobil biar praktis, suami saya suapin tentunya. Ini lumayan buat menghemat waktu, suapaya saya masuk kantor cepat dan pulang cepet juga biar bisa masak buat makan malam.

Temen saya banyak yang bertanya “masih sempat begitu masak sebelum ke kantor?”. Jawabannya tentu saja sempat. Tergantung niat kalian buat bangun pagi dan masak. Setiap hari saya bangun jam 5 pagi, masak buat sarapan dan bekal makan siang. Dengan bekal resep dari kakak-kakak, sodara dan adik ipar, serta buku masak yang saya beli di gramed, saya mencoa resep yang paling sederhana dan engga lama masaknya. Sejauh ini menu-menu makan siang/makan malam yang telah saya coba adalah:
– Kailan cah sapo tahu
– bistik daging
– telur dadar pedas
– cah kangkung
– tumis toge tahu
– telur balado
– tempe tahu goreng
– Sop ayam
– sayur bayam
– ayam pop (resep ini saya dapat dari sepupun walaupun tidak sempurna, tapi rasanya lumayan enak)
-dll
Sementara untuk menu sarapan, saya masak yang paling2 sederhana seperti nasi goreng pedas dan roti bakar, dipadu dengan susu segar dan orange juice.

Dengan masak sendiri dirumah, selain lebih sehat juga ekonomis. Untuk belanja bahan makanan seperti sayuran, daging, ayam dan bumbu-bumbu, kami berbelanja di Pasar Mayestik, setiap minggu kami mengeluarjan dana sekitar Rp.300 rb berati sebulan Rp.1,2 jt. sedangkan belanja bulanan lainnya seperti toiletries, sabun cuci, buah-buahan kami berbelanja di Carefour Lebak Bulus, dengan dana sekitar Rp.800 rb. Jadi total belanja sekitar Rp.2 jt (kurang lebih lho ya, kalo lagi banyak kebutuhan juga nambah).

Segitu kira2 gambaran kalo kita masak sendiri, mungkin jauh lebih hemat dibanding makan diluar. Sisa uang belanja biasanya saya tabung.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: