Minal Aidin Wal Faidzin, mohon Maaf Lahir Batin, Mari Sambut 1 Hari Raya 1 Syawal 1431 H Dengan Penuh Suka Cita..:D

Beli Ikan di pasar Pelabuhan Ratu, bareng ponakanku, Siti.

itu rumah nenek dan keluarga di jampang, depanya terbentang sawah milik keluarga


Tahun ini lebaran pertama saya dan suami bersama. Bagi saya lebaran kali ini tidak jauh berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya, karena saya masih mudik ke kota kelahiran saya, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Bedanya mungkin kalau dulu sendiri, sekarang sudah ada yang menemani.

Lain halnya dengan suami. Bagi dia, mungkin lebaran tahun ini berbeda, karena biasanya dia pulang kampung ke Padang, lintas pulau naik pesawat. Namun kali ini cukup naik mobil saja dengan perjalanan selama 3 jam, sudah sampai deh di pelabuhan Ratu.

3 hari di pelabuhan Ratu tidak banyak tempat yang dikunjungi, hanya silaturahmi ke Saudara dekat rumah, nyekar ke kuburan kakek nenek (dari mama), jalan-jalan ama sepupu makan bakso. Dan yang paling penting, pergi ke Jampang, desa kelahiran Alm. Bapak saya. Jaraknya 2 jam perjalanan naik mobil dari Pelabuhan Ratu.

Lebaran kedua kami pergi ke Jampang ke rumah nenek dari Bapak, serta keluarga Bapak lainnya disana, dan tidak lupa nyekar ke kuburan Bapak. Waktu Alm. Bapak meninggal tahun 2005, lokasi tempat Bapak dimakamkan masih berupa bukit yang tidak terurus dan disekitarnya hanya terdapat makam kakek (dari Bapak), dan beberapa makam yang lainnya, tidak banyak. Namun, terakhir pergi kesana kemarin, tempat itu sudah lebih terawat, sudah lengang karena semak semaknya banyak ditebang dan banyak kuburan-kuburan baru, dengan marmer yang masih mengkilap. Rupanya sudah resmi menjadi kuburan umum disana. Alhamdulilah seneng ngeliatnya. Bapak jadi “ngak sendirian lagi”.

Hari terakhir di Pelabuhan Ratu, tidak lupa mampir ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) untuk beli ikan buat keluarga di Jakarta. Ikan nya segar-segar, ikan seperti itu jarang didapat di Jakarta. Jadi kami beli banyak waktu itu buat stok makan beberapa kali.

Liburan di Pelabuhan Ratu tidak pernah mengenal kata cukup bagi saya. Selain bahagia berkumpul dengan saudara, sepupu dan keluarga lainnya, juga saya seneng menghabiskan waktu bersama mama saya. Beliau juga sepertinya bahagia karena ada teman di rumah. Biasa sehari-hari beliau sendirian, kadang-kadang ditemenin sama caca (anak tetangga). Sedih juga sih ketika harus kembali ke Jakarta. Mama waktu itu sibuk bikin oleh-oleh buat keluarga di Jakarta, sampai waktunya terbuang habis dan kami jadinya hanya sedikit mengobrol.

Sabar ya ma, mudah-mudahan teteh bisa cepet beli rumah di Jakarta, sehingga mama bisa ikut teteh di Jakarta. Amin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: