Bonne Annee 2012

kaka Anne

Di awal tahun 2012, kali ini, saya bercermin dari tahun ke tahun kebelakang, dimana dulu, dengan segala keterbatasan, saya fight sendirian, Namun setelah menikah di bulan April 2012, Allah mencukupkan rezeki kami. Bukan hanya materi, namun kesulitan kesulitan lain bisa dipecahkan bersama keluarga. Itulah janji Allah dimana kalau mau kaya, maka kamu menikahlah. Allah mencukupkan rezeki dan mententramkan jiwa orang menikah. Itu sudah terbukti.

Menyambut tahun baru 2012, seperti biasanya, banyak orang yang memiliki rencana untuk merayakannya. Tapi bagi kami, kami memilih untuk melawan mainstream orang orang kebanyakan. Tanggal 31 Desember 2011 bertepatan dengan hari libur, hari sabtu kemarin, pagi sampai siang, jalanan sepi banget, mungkin orang orang pada di rumah, istirahat dulu, sebelum mempersiapkan buat ngerayain tahun baru malem harinya. Kami jalan jalan di siang hari, pas jalanan kosong, mal-mal juga bisa dibilang relatif kosong, ngak serame hari libur biasanya. Jalan-jalan bareng keluarga jauh lebih menyenangkan ketimbang perayaan tahun baru malem-malem, rame-rame ama orang lain yang ngak kita kenal. Apalagi sambil dengerin orang bakar petasan beledag beledug yang bikin kuping sakit.

Anyway setelah puas jalan-jalan, sampai di rumah menjelang magrib pada malam tahun baru kemarin itu. Sebenarnya malemnya ada undangan perayaan tahun baru di komplek rumah, namun karena kaka belum bobo sampai jam 9, jadinya gak bisa pergi deh. Alhasil malam tahun baru di lewatin di rumah aja, saking pulesnya tidur, dar der dor petasan juga lewat tuh. He he.

Banyak orang di awal tahun menulis resolusi untuk menjadi penyemangat dan patokan untuk mencapai goal di akhir tahun. Saya juga begitu, bukan apa apa, sekedar untuk jadi patokan aja, dan gampang ngingetnya kalo ada catetan, kan? 

Sebelum saya tuliskan resolusi 2012, yuk kita evaluasi dulu resolusi 2011 nya.
1. Daftar Pergi haji ke Dep. Agama
Yang ini alhamdulilah telah terealisasi. Kami sudah daftar haji di Kementrian Agama dan udah dapet nomor urut. Insya Allah kalo sudah ada “panggilan”, kami siap berangkat.

2. Melahirkan anak yang lucu dan sehat
Alhamdulilah anak pertama kami, Annelin F. Aisyah (kaka) telah lahir selamat dan sehat tanggal 17 Agustus 2011. Baca share pengalaman saya pada pos sebelumnya.

Sekarang Kaka sudah pintar, banyak yang gak nyangka umurnya baru 4 bulan. Abis, anaknya aktif banget, gaya gaya nya udah kayak anak gede aja. Kalo digendong pun gak mau digendong kayak bayi gitu. Dan sekarang bawelnya minta ampun, hobinya tereak tereak ama ketawa. Bikin gemes deh.

Minggu lalu pas dibawa pertamakalinya mudik ke kampung, tetangga pada pengen gendong, tapi Kaka malah nangis kejer, pas digendong ama nini baru deh diem. Ya ampun anak segitu udah kenal orang ya???? Subhanallah.

3. Pindah rumah
Alhamdulilah yang satu ini juga sudah terelasisasi. Tepat dua minggu setelah hari raya Idul Fitri tahun lalu, kami pindah ke rumah baru. Rumah mungil kami luasnya Cuma 100 meteran, dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi. Alhamdulilah semua perabort juga udah keisi, tinggal ngumpulin budget buat bikin lemari buku ama bikin awning di carport.

4. Beli asuransi pendidikan anak
Tadinya memang saya mau beli semacam prosuk asuransi pendidikan dengan dana tetap yang diberikan pada saat anak umur 6,12,15 tahun dsb. Dana yang sudah diperhitungkan saat ini memang kelihatan besar, namun jika dilihat kenaikan inflasi dan kenaikan biaya pendidikan sebesar rata-rata 20 persen per tahun. Biaya segitu sudah ngak lagi cukup buat anak saya sekolah nanti. Setelah baca-baca buku dan literatur dari perencana keuangan, Ligwina Hananto. Memang untuk jangka panjang tidak disarankan menabung atau membeli produk asuransi untuk cover biaya pendidikan anak saya nanti, tapi dengan berinvestasi. Jadinya, saya ngak jadi beli asuransi pendidikan. Saya berencana untuk berinvestasi saja.

5. Investasi: Beli reksadana
Pengeluaran buat rumah baru dan kelahiran anak pertama, rupaya butuh dana yang tidak sedikit. Semua pendapatan dan bonus sepanjang 2011 ludes buat bayar DP rumah, dan ngisi perabotan. Ditambah harga-harga kebutuhan pokok sekarang pada tinggi, jadi kenaikan gaji tahun lalu kayaknya nggak berasa deh. Soale gaji naik, kebutuhan naik juga kan?. jadi dengan sangat menyesal resolusi saya yang satu ini belum terealisasi. Namun, saya akan coba lagi di tahun 2012 ini.

6. Membuka Tabungan haji buat mama
Yang ini juga belum terealisasi. Mudah-mudahan dengan doa, tahun 2012 in bisa.
So, dari 6 poin resolusi saya 2011, hanya 50 persen yang terealisasi. Ngak apa-apa. Karena kita berencana, tuhan yang menetukan, bukan? He he.
So, sekarang mari kita buat resolusi 2012 ya.
1. Investasi
2. Daftar Haji buat mama
3. Bikin Makanan yang sehat dan enak buat kaka (2 bulan lagi Kaka MPASI)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: