THR= Tunjangan Hura-Hura

Ada seorang temen kantor yang bilang “ emang ya namanya THR itu emang buat lebaran ya?, jangan harap bisa nabung dari THR”, dengan berat hati saya langsung mengamini. Kenapa berat hati? Karena saya pribadi dari tahun ke tahun, selalu menantikan THR untuk bsia sebagian ditabung atau invest, tapi kenyataanya berkata lain😥. Walapun jauh-jauh hari sebelum THR tiba, saya sudah punya perencanaan, tetep aja ujung-ujung nya jadi kacau balau, artinya tetep aja gak ada dana sisa buat ditabung. Padahal THR yang besarnya dua kali THP menurut saya jumlah yang besar.
Tapi mau gemana lagi, sekarang apa-apa mahal, jadi uang ngak berasa cepet abis. Ketambah lagi, menjelang lebaran gini, list kebutuhannya panjaaaaang banget, ini listnya:
1. Beli kue lebaran (ini sih kebanyakan karena ngak enak sam ayang jualnya kalo ngak beli, secara kita di rumah, pada gak suka ngemil).
2. THR buat orang lain, ada tukang bangunan yang lagi ngerjain renovasi rumah, ada sodara-sodara dikampung, ada orang2 yang gak mampu juga yang harus dibantuin.
3. Bayar utang. Saya ngak punya utang ke orang lain sih sebenarnya. Saya utang ke tabungan sendiri. Tabungan lama-lama menipis karena banyak kebutuhan bulanan yang tidak dianggarkan. Contohnya: tiba-tiba aja da sodara pinjem. Ngak dikasih, kesian, kalo dikasih, ya harus siap-siap deh uang itu ngak balik atau misalnya saya suka bandel pake uang tabungan buat pengeluaran dadakan yang tidak dianggarkan diawal bulan.
4. Beliin sesuatu buat Mama. Ya worthed lah beliin hadiah buat nyokap. Selain buat ngebahagiain orang tua sendiri, juga reward karena beliau udah ngerawat anak kita. Kebayang kalo anak kita dirawat ama orang lain, ngak tenang kan?.
5. Pengeluaran selama bulan puasa. Biaya ini tidak dianggarkan dalam gaji bulanan, karena pasti gak akan cukup. Sepanjang bulan puasa gini, pasti banyak temen atau keluarga atau tetangga komplek yang ngajak buka bareng, which is dananya patungan juga kan? Karena ngak dianggarkan, maka dananya nyatut sana sisni, yang apda akhirnya untuk penggantian, pake duit THR deh.
Nah kan, banyak banget pengeluarannya, total semua biaya list diatas ngabisin semua THR saya tahun ini. Seebnarnya gak betul2 abis sih, tapi yaaah lumayan banyak laa..
Saya pribadi sebetulnya tidak konsumtif, saya hampir jarang belanja buat hal-hal yang tidak perlu, juga saya kurang suka makan diluar. Tapi kenyataannya THR saya mepet buat bayar-bayar utang tabungan di bulan-bulan lalu.
Ternyata setelah diteliti nabung 20 persen setiap bulan buat saya gak sesuai. Jadinya, setiap bulan untuk nabung+ investasi+ keperluan bulanan+ keperluan mingguan dll, tiap bulan saya nombok. Selisih nomboknya ini ngambil ditabungan yang seharunya engga diambil. Untuk biaya yang tak terduga juga saya tidak menganggarkan.
an saya juga engga menganggarkan uang darurat seandainya saudara atau adik atau siapa meminjam uang. Karena ngasih pinjaman ke keluarga itu sama dengan merelakan uang itu gak kembali. Dana darudat ini bukan dara darurat keluarga ya karena kalo itu sepertinya udah aman dalam bentuk aset likuid senilai satu tahun pengeluaran bulanan keluarga. Dana darurat ini adalah dana darurat saya pribadi untuk pengeluaran mendadak apabila ada keluarga saya yang butuh bantuan.
Nah, salahnya saya tidak mempersiapkan itu, sehingga bulanan nya nombok, bayarnya pake THR yang dapetnya setaun sekali hiks *tepok jidat. Nah THR kali ini mudah-mudahan saya bisa bersih-bersih dari hutang, walaupun hutangnya kepada tabungan saya sendiri. dan selanjutnya saya harus trus bisa mengelola uang bulanan jangan sampai, amit-amit nombok lagi. harapannya THR mendatang, saya bsia nabung sebagian. Ada seorang temen malah bsia nabung 50-80 persen THR. Duuhh tuh orang kayaknya Cuma hidup buat sendiri ya? heheh..
Anyway, tapi saya tetap bersyukur, karena kalo dihitung2, Allah mencukupkan rezeki saya pada akhirnya, malah kemaren saya sudah mulai masuk ke investasi saham untuk diversifikasi portoflolio. Karena LM lagi gak bagus, dan buat diversifikasi, saya coba terju ke pasar modal. Ini buat modal kuliah anak-anaku nanti.
Well, back to title, THR bukannya tunjangan hura-hura ya, Some of it has to to invest or save. Bijaksanalah dalam mengelola uang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: