Semua ada masanya

Salah satu hobi saya adalah baca buku. Beruntungnya suamiku juga sama hobinya. Hasilnya dirumah, kami bikin rak buku yang lumayan gede, dan sekarang udah penuh aja tuh rak. It’s never been enough for this hobby. Kebanyakan sih sukanya baca novel. Suami juga suka banget baca novel, tapi disamping itu juga dia banyak koleksi genre lain selain novel.

Menurut saya genre buku ditentukan oleh umur. Beneran deh. Waktu dulu sekolah, selain baca buku pelajaran tentunya, juga udah mulai hobi baca buku cerita.

SMP hobinya baca buku cerita anak-anak kaya goosebumps.
Trus SMA, goosebumps udah ngak menarik, terlalu anak-anak, trus levelnya naik dikit, seperti feer street, teenlit atau sesekali Agatha Christy.

Trus menginjak bangku kuliah sampai udah kerja (kira-kira sampe umur 25an, hobynya baca chicklit. Hoby baca chicklit ini yang kayaknya yang paling maksimal. Timingnya juga pas udah kerja, duit buat beli buku mah cetek, hehehe… hasilnya, ada kali 50 an lebih judul chicklit yang sekarang ada di rak buku.

Menjelang mau merit, baca chicklit kayaknya udah gak menarik, lama-lama baca itu rasanya lebay dan dongeng banget. Lama-lama negrasa kok seperti buang-buang waktu baca cerita gak mutu gini hehe. Padahal dulu saking hobinya baca chicklit, pas ada temen tanya apa untungnya baca novel, saya berdalih, “ kita bisa belajar arti hidup dari kehidupan orang lain melalui novel”. Bener juga sih, tapi kalo chicklit kayaknya ngak segitunya deh. Soale isinya kebanyakan dongeng, terlalu duniawi. Apalagi novel terjemahan, menceritakan kehidupan a la barat yang free sex, dan glamor. Ah tapi itu kayaknya maslah perspektif juga, buktinya dulu saya sampai mengkoleksi 50an judul, artinya dulu pernah menyukai baca beginian dan pernah ngerasain ada manfaatnya juga hehe. Beberapa novel chicklit malah sekarang masih tersegel alias belom pernah dibaca, karena keburu suka baca yang lain.

Setelah novel chicklit, diakhir 25an, saya mulai suka baca novel klasik. Seperti Jane Eyre, series Anne of Green Gables, novel-novel Jane Austen. Novel-novel klasik, walaupun novel terjemahan dan menceritakan kehidupan seseorang di kultur barat sana, namun sarat dengan makna. Budaya barat jaman dulu mungkin sama dengan kita, kesopan santunan, cara cewek-cewek jaga kehormatan, dll. Novel klasik juga menarik, karena dari segi sastra tata bahasanya indah. Untuk novel jenis ini saya masih suka baca sampe sekarang. Sepertinya novel seperti ini tak lekang oleh waktu. Bahkan mungkin anak saya, Anne juga bisa baca novel ini di masa depan.

Sekarang umur saya dipenghujung 20an. Dan, dengan sendirinya kebutuhan spiritual sepertinya selalu kosong dan merasa pengen selalu diisi. Caranya dengan baca buku agama. Sekarang saya paling suka baca buku agama disela-sela ada waktu kosong sambil jaga anak di rumah. Bisa buku-buku oase iman, hafalan-hafalan wajib maupu sunnah, baca cerita nabi, sejarah islam, dll. Selain dari buku juga denagn sendirinya saya jadi seneng denger ceramah-ceramah. Baik di TV ataupun ceramah yang diadakan dikantor.

Selain genre agama, saya juga sekarang suka baca-baca buku keuangan dan investasi. Mungkin karena saya new comer di pasar modal, dan secara finansial, diumur segini harusnya udah mulai membangun aset, jadi saya harus mempelajari ilmu itu. Tapi kayaknya agak susah ya belajar dibuku aja. Ada yang bersedia ngajarin gak ya? heheh.. biasanya sih saya juga suka baca blog para analis pasar modal, seperti Ellen May atau Parahita.
Kesenangan baca genre buku dengan sendirinya mengalir dan berubah seiring waktu. Dulu disuruh denger ceramah. Boro-boro mau. Kesenengan duniawilah yang meggoda waktu itu hehe..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: