My Second Pregnancy

Sekarang Kaka Ann udah mau jadi Kaka betulan. Setelah dinyatakan positif oleh tespack, kecurigaan saya dan suami terjawab juga, akhirnya saya memang betul betul hamil. Sebelumnya suami sempet curiga kok saya gak mens padahal periodenya sudah lewat. Selain itu juga saya yang biasanya tampil segar bugar dan gesit kok tiba-tiba gampang capek dan ngos-ngosan persis seperti waktu hamil kaka Ann dulu.

Respons kehamilan kedua ini pada awalnya membingungkan. Bukannya apa-apa, saya cuma bingung nyari dokter yang tepat untuk bisa bantu usaha lahiran secara normal. Seperti yang saya ceritakan pada blog sebelumnya, Ann lahir secara sesar dengan alasan yang kurang tepat. Melahirkan kedua nanti saya berharap dan pengeeen banget agar normal. Kalaupun hasilnya nanti berbeda dari yang direncanakan, saya akan pasrah yang penting Ibu dan anaknya selamat dan sehat. Namun saya mau berjuang dulu untuk normal. Saya gak rela perut saya dibedel lagi.

Sebenarnya dari sejak melahirkan Ann, saya sudah coba cari informasi mengenai kemungkinan melahirkan normal setelah sesar atau dikenal dengan VBAC (Vaginal Birth After Cesarean). Bagi Ibu 2 yang sebelumnya sesar dimungkinkan untuk lahiran normal melalui vaginal dikelahiran berikutnya dengan syarat tertentu diantaranya: tidak boleh diinduksi (pebukaan harus alami), ketebalan luka bekas sesar sebelumnya harus sesuai batas minimal jarak kelahiran yang pertama dan kedua tidak kurang dari 18 bulan, operasi sesar baru dilakukan sekali. Kalo sesarnya udah lebih dari sekali maka melahirkan normal bisa sangat beresiko.

Secara teori saya sudah paham mengenai VBAC ini, sekarang PR saya adalah menemukan dokter yang tepat, yang pro normal yang sebelumnya berpengalaman dengan pasien VBAC. Ini bukan hal mudah, karena sebagian besar (pengalaman dari orang orang terdekat dan informasi di internet) VBAC ini banyak yang gagalnya ketimbang yang berhasilnya, Karena faktor-fakror diatas tadi tidak bisa dipenuhi dan tanpa dukungan dokter yang berani. Makanya Ibu yang lahiran sesar selanjutnya rata-rata sesar lagi. Ya ampuuunn saya jadi takut kan? 

Oke lanjutnya perjuangan mencari Obgyn yang pro normal. Saya browsing dan hunting, Tanya temen kiri kanan, dapet beberapa alternatif. Menurut info temen, ditempat lahiran Ann dulu pun di Brawijaya, sebenarnya banyak yang pro normal. Ada Dr. Ali Sungkar, Obgynnya Dian Sastro (katanya). Tapi ngebayangin kontrol keBbrawijaya di cipete dari rumah saya di Bintaro atau langsung dari kantor malem-malem trus pulangnya bawa mobil ke Bintaro? Big NO deh. Cuapek.

Pilihan saya Cuma RS Premier Bintaro yang deket rumah. Disana katanya ada dokter Pro normal, saking pro nya ada pasien melahirkan BB bayinya 4 Kg aja bisa lho normal. Namanya Dr. Didi Danukusumo. Namun saat saya mau kontrol, nomornya abis alias pasien hari itu udah penuh. Saya bergidik ngebayangin tiap kontrol antri di RS umum ampe malem. Lagian hati juga kurang sreg klo lahiran di RS umum.

Berikutnya menurut info temen yang lahiran di YPK Mandiri, dia merekomendasikan Dr. Yusfa Rasyid. Konon katanya ada pasien yang merengek2 minta sesar juga ama dia ngak dikasih, kalo gak ada indikasi kelainan apapun.

Akhirnya saya pun mencoba angkat telepon menghubungi YPK minta info apakah hari itu Dr. Yusfa praktek, alhamdulilah ternyata pratek, seketika itu saya pun izin dan melenggang sendirian ke YPK. YPK memang jauh dari rumah, namun kalau kontrolnya pulang kerja kan deket kantor tuh, pulangnya juga gak bingung masih bisa naik kereta dari Tenabang.

Setibanya di YPK, gak lama nama saya pun dipanggil, Dalam hati “wah enak nih gak pake ngantri” mungkin karena Dr. Yusfa praktek di YPK tiap hari, dan saat ini masih jam kerja jadi Dr. Yusfa gak terlalu banyak pasiennya.
Saat masuk saya kaget kok Yusfa cowok, kirain tadinya cewek. Tapi kaget saya langsung hilang setelah dokter menyapa saya dengan ramah “hai Lina, pakabar?” katanya. Dalam hati ni dokter ramah banget dan kesannya akrab ya. Pasiennya dipanggil nama bukan “Bu atau mbak”. Saya jadi langsung nyaman ama dokter ini.

Selanjutnya seperti biasa dokter tanya historis kehamilan saya, anak berapa? sebelumnya lahiran normal atau sesar? kenapa sesar?. Nah pertanyaan ini yang saya suka saya bilang “Dulu tidak ada rencana sesar, pembukaan sempurna sampe 10, namun Karena pake ILA saya ngak bisa ngejan sehingga bayinya gak keluar, akhirnya dokternya mutusin sesar”.
Dokter Yusfa manggut-manggut katanya “kenapa gak di vakum?”. Saya bilang, waktu itu saya usul vakum tapi dokternya gak berani. Dr. Yusfa menjelaskan bahwa kasus ILA memang sebagian besar berakhir dengan vakum “Vakum sekarang kan udah canggih alatnya, lunak jadi aman” katanya. Duuuh kenapa gak dari dulu saya ke dokter berani ini ya?

Anyway.. intinya dokternya sangat sangat komunikatif, semua pertanyaan saya terjawab dengan sempurna. Termasuk keinginan saya yang ingin melahirkan normal. Dokter sangat mendukung dan katanya semuanya mungkin dilakukan namun nanti dilihat di kehamilan 36 minggu, dan bayinya gak boleh gede-gede ya, kurangin makan karbohdrat, katanya. Kemudian dokter USG perut saya, dengan sangat detil, dia menjelaskan saat ini kehamilan saya 6 minggu namun ada pendarahan sedikit. Ibarat pohon, akarnya sebagian ada yang tercabut. Duh saya jadi sedih. Habisnya, saya gak sadar hamil sih, jadi masih aktif bergerak, dan ngejar bis menuju dan pulang dari kantor. Selain itu juga saya masih menyusui. Tapi kata dokter menyusui gak apa kok, lanjutkan saja. Memang bikin kontraksi namun kontraksinya tidak kuat. Dokter hanya menyarankan saya bedrest 3 hari dan memberi resep obat penguat kandungan dan vitamin-vitamin.. Sepulangnya dari RS saya langsung kontak suami ngabari bahwa sudah ketemu dokter yang pas dan dede nya sehat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: