Dr. Didi

Kehamilanku sekarang sudah 27 minggu. Aku sudah harus mikirin mateng-mateng nanti mau lahiran dimana. Sebetulnya pengen banget lahiran di YPK, biaya terjangkau, RSIA, dan dokternya juga udah cocok dr. yusfa rasyid, si dokter ganteng yang terkenal sangat akrab dengan pasiennya itu.

Namun setelah difikir-fikir, jarak Bintaro-YPK menteng itu dari ujung ke ujung. Dengan perjalanan normal kota jakarta aja bisa 2 jam. Saya mikir, kesian nanti keluarga (suami/ibuku) yang nungguin aku klo lahiran. Gak bisa bolak balik ke rumah buat mandi, makan, atau ngambil barang yang diperlukan d rumah.

Akhirnya saya coba lagi kemungkinan untuk konsul ke obsgyn di RS. Premier Bintaro yang waktu tempuhnya Cuma 5-10 menit saja dari rumah. Dulu sebelum konsul ke dr. Yusfa, memang niat banget konsul ke dr. Didi Danukusumo yang praktek di RS premier. Dokter ini terkenal ramah dan pro normal, api pasiennya banyak. Sehingga dulu niatan konsul ke beliau gak jadi karena selalu kehabisan nomor. Akhirnya kemaren dibantu tetangga yang perawat di premier untuk ngambil nomor dan alhamdulilah dapet nomor 15.

Hari itu saya buru-buru pulang dari kantor dan langsung menuju premier. Kata tetanggaku , prakteknya mulai jam 5-7 malem. Saya tiba di RS jam 6 tapi kok masih sepi ya?. Saya bingung apa saya salah jadwal?. setelah dapet informasi dari perawat, bahwa dr. didi mulai prakteknya jam 7. Dan biasanya dateng jam 8. Oalah, pantes aja masih sepi.
]
Rupanya beneran jam 8 dr didi baru dateng, dan pada akhirnya giliranku masuk adalah jam 11 malem!!! Sadis! Per pasien klo saya hitung sekitar 15-20 menit di dalem. Beda banget dengan obsgyn-obsgyn lainnya yang paling lama 10 menit pasien didalem. Spt obsgynku yg waktu anak pertama di RS Brawijaya, paling konsul 5-7 menit.

Karena nunggu terlalu lama, tadinya saya kefikiran mau pulang aja, gak usah jadi konsul. Namun mikirin perjuangan untuk dapet nomor aja susah, akhirnya saya tunggu deh, udah berapa puteran tuh candy crush dimaenin hehe.

Saatnya tiba, saya dipanggil jam 11 malem. Seperti biasa saya langsung ditanya historis kehamilan seperti anak keberapa, lahiran sebelumnya cesar atau normal delivery, obsgyn sebelumnya siapa dll. Dokternya ramaaaah banget, saya fikir dr yusfa aja udah yang paling ramah dan komunikatif, ternyata ini lebih-lebih lagi. Kemudian saya berbaring dan diperiksa USG. Rupanya dr. Didi teliti sekali, dia menjelaskan dengan sangat detil apa yang dilihatnya di layar USG dari mulai tanggal perkiraan lahir (klo yang ini mah standar ya? ) , menjelaskan detil satu persatu organ si kecil di dalem perut (ini yang luar biasa, mungkin karena beliau konsultan fetomaternal juga). “ini batang otaknya ya, ini tulang punggungnya, ini jantungnya, ini lambungnya, “.. ya ampuuunn pantes aja per pasien 20 menit. Rupanya teliti sekali. Sampai ketebalan jahitan sesar saya juga di kasih tau, katanya 12 mm. batas ketebalan jahitan kalau mau normal katanya 3 mm. dokter juga rupanya sudah familiar dengan VBAC (vaginal birth after cesarean), atau kemungkinan melahirkan nomral setelah melahirkan. Secara teori, kata dokter, saya masih bisa melakukan VBAC asalkan harus tahan sakit katanya. Karena klo yang sebelumnya sesar betul betul harus alami, tidak boleh lagi pake epidural, induksi atau lain-lainyya. Dan bayinya juga gak boleh gede-gede ya. Dikehamilan 27 minggu, dokter memperkirakan BB bayiku sekitar 1095 gr. Dokter memperlihatkan grafik pertumbuhannya, which is berada di tengah-tengah. Atau beratnya msih normal tidak kelebihan jg tidak kekurangan. Berat si adek bayi ini kira-kira hampir sama dengan pertumbuhan berat kakaknya waktu dalam perut, 2 tahun yg lalu. Dulu di kehamilan 28 minggu, BB si Anne 1,2 kg.

Dr. Didi menurutku the best obsgyn I have ever met. Gak sia-sia antri nunggu berjam jam dan bayar konsultasi Rp.250 ribu. Semuanya terbayarkan dengan keramahan, ketelitian beliau . Setelah kunjungan kemaren, saya memutuskan untuk terus konsul ama dr. Didi dan rencana lahiran di RS premier Bintaro saja yang lebih feasible karena deket dari rumah.

1 Comment »

  1. […] proses dan resiko Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), untuk persiapan apabila saya hami lagi. Di blog sebelumnya saya sudah cerita bagaimana saya hunting dokter dengan kriteria tersebut sampai akhirnya saya […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: