Berhasil Melahirkan Secara Normal Spontan

Tazkiya anak gadih kalem

Tazkiya anak gadih kalem

Sesaat setelah brojol

Sesaat setelah brojol

Diawal tahun baru 2014 ini, hadir kejutan manis dengan lahirnya putri kedua kami yang diberi nama Thuraya Maryam Tazkiya. Lahir dengan panjang 48cm, dan Berat 3020gr pada Rabu dini hari di tahun baru (1/1/2014). Tazkiya-nama panggilannya- menjadi anak yang mungil yang dilahirkan secara normal spontan. Normal spontan adalah melahirkan secara alami tanpa bantuan alat seperti induksi, epidural atau vacum.

Saya tidak menyangka akan melahirkan putri cantik ditanggal cantik melalui persalinan normal setelah sebelumnya (anak pertama) melahirkan secara Caesar. Proses sangat cepat dan tidak terlalu menyakitkan. Walaupun sebelumnya melahirkan caesar namun saya merasakan persis bagaimana rasa sakit kontraksi bagi ibu-ibu yang melahirkan normal. Seperti yang sudah diceritakan pada blog sebelumnya bahwa melahirkan caesar waktu itu adalah tindakan darurat dan tidak direncanakan. Setelah sebelumnya selama 2 hari saya merasakan kontraksi dan in the end pembukaan sudah sampai 10 namun tidak berhasil normal waktu itu.

Kembali saya ingin share bagaimana saya bisa berhasil melahirkan normal pada anak kedua ini? Saya engga nyangka bakal lahir secepat itu. Dulu, sehabis saya melahirkan caesar, SpOG saya mengatakan bahwa selanjutnya saya tidak bisa melahirkan normal karena yang pertama caesar, sejak itu saya hunting SpOG yang pro normal san sekaligus dokter yang paham betul mengenai proses dan resiko Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), untuk persiapan apabila saya hami lagi. Di blog sebelumnya saya sudah cerita bagaimana saya hunting dokter dengan kriteria tersebut sampai akhirnya saya menemukan Dr. Didi.

Kembali ke cerita detik-detik sata saya melahirkan, ditanggal 31 desember 2013 sore-sore saya masih sempat berenang selama 40 menit. Entah berapa kali bolak balik berenang gaya punggung saya lakukan, ditambah adegan jongkok berdiri jongkok berdiri di pijakan tanggan kolam. Sehabis berenang pun, saya masih melakukan aktifitas biasa seperti main sama si Kaka, makan malam dan nonton tivi sebentar. Karena saat ini malam tahun baru, suara diluar sangat bising dengan bunyi terompet dan petasan/kembang api yang dinyalakan lebih awal. Sempet sih ngajak suami buat malem tahun baruan keluar rumah, karena kok rasanya iri sama orang-orang yang lagi euforia merayakan malam tahun baru di luar sana sementara kami ‘cengok’ aja di rumah . Dan seperti yang sudah diduga, suami saya menolak. Alasannya, biasa, diluar macet dan beliau tidak suka dengan keramaian (beda dengan waktu masih pacaran haha). Padahal saya pengen banget tahun baruan d luar rumah, apalagi saat itu ada dua orang ponakanku yang lagi berlibur di rumah, kesian mereka jauh datang ke jakarta tp belum diajak jalan-jalan.
Jam 10 malem saya masih bbman ama grup temen SMP, dan sesekali ngintip ke luar jendela lihat kembang api.

Kemudian jam 11 malem saya mulai mules di bagian bawah pusar. Saya fikir mungkin karena kehamilan yang semakin besar, luka bekas sesar jadi ketarik. Saya juga sempet tanya sama temen di BBM, kenapa mules nya dibawah pusar ya? Apa tanda-tanda mau lahiran? Temen saya bilangbukan. Sewaktu hamil yang pertama saya paham tanda mau lahiran mulesnya diperut dan keluar flek. Kali ini, saya cek engga ada flek dan perkiraan lahiran masih seminggu lagi. Saya engga tau saya mau lahiran, jadi ada mules-mules dikit, tidak saya hiraukan. Selanjutnya. kok lama kelamaan sakitnya berulang dan tambah sakit. Semua terjadi begitu cepat sampai jam 12 saya bangunin suami. Biar ada yang bisa saya cubit-cubitin buat nahan sakit.

Suami saya santai banget pada awalnya. Katanya jangan terlalu didramatisir, paling juga baru bukaan berapa (Pengalaman waktu anak pertama kontraksinya sampai berhari hari, berjam-jam). Lalu, karena udah gak tahan, semakin lama kok rasanya semakin ada yang mau turun keluar dari dalem perut akhirnya jam 1 saat ajak suami ke RS, takut ada apa-apa. Suami masih santai. Beliau malah sempet ke toilet dulu entah berapa menit, solat isya dulu, tahajud dulu, ngobrol dulu ama si kaka (Si kaka juga kebangun karena denger mamanya meraung-raung).

Jam 2 dan ngeliat saya tambah meraung-raung, suami mulai panik. Serius nih mau lahiran? Katanya. Ya iyalah, rasanya udah ada yang mau berojol dari dalam perut. Akhirnya pontang panting ambil kunci mobil dan bangunin enin (ibuku). Jam 2.30 malem nyampelah diRS premier.

Untungnya jalanan udah lancar sehingga 10 menit nyampe. Langsung saya di bawa ke ruang bersalin dan sewaktu diperiksa udah bukaan 10. “ini sih udah mau lahiran pak” kata bidan ke suami saya. Akirnya secepat kilat semua dipersiapkan dan beruntungnya lagi dr. Didi saat ini ada di RS baru saja ngebantu yang lahiran juga. Akhirnya gak ada 10 menit saya berhasil melahirkan dan tidak ada jahitan pula. Alhamdulilah selain kontraksinya, semuanya tidak ada sakit. Padahal sebelumnya saya ngeri denger cerita temen-temen yang melahirkan normal bahwa dijahit juga sakit. Langsung baby nya langsung ditaro di dada saya dan berhasil IMD selama 2 jam. Kami semuanya senang dan bersyukur semuanya berjalan dengan lancar.

Melahirkan normal bagi anak kedua ini sudah saya rencanakan dan perjuangkan. Selain hunting dokter yang pro normal dengan bela-belain antri sampai malem, juga jalan kaki saya jabanin. Sewaktu masih kerja saya semangat naik kereta dan angkot, pulang pergi ke dan dari kantor. Beruntungnya di cluster rumah juga ada kolam renang, sehingga berenang juga jd kegiatan rutin karena jaraknya sangat dekat dan enggak repot. Makannya juga dijaga, jangan banyak makan karbo karena BB bayi gak boleh lebih gede dari anak pertama. Dan yang paling penting adalah banyak berdoa, minta sama yang kuasa semuanya dilancarkan kalau perlu barengin dengan nazar. Karena VBAC ini sangat beresiko dan sebagian besar tidak berhasil karena berbagai alasan. Saya bernazar, saya mau kurban sapi nanti idul adha jika saya berhasil normal. Nah, dengan perjuangan dan doa itu akhirnya persalinan saya cepat dan lancar. Sekarang saya harus nabung nih buat ngumpulin beli sapi nanti .

Bagi yang ibu-ibu yang berniat melahirkan normal setelah caesar (VBAC), saran saya, mulai browsing apa itu VBAC, persyarat medisnya, dan mulai cari-cari dokter yang pro nomral dan paham betul mengenai resiko VBAC. Selain itu yang paling penting, perbanyaklah berdoa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: