Resolusi 2014

Aduh telat banget ya ngomongin resolusi sekarang. Maklum akses ke internet baru ada sekarang (dikantor) karena 3 bulan kemaren ngerumah cuti melahirkan.

Anyway, ngomongin resolusi 2014, sebelum kesana, saya mau evaluasi dulu resolusi 2013. Apa semuanya sudah berhasi dijalankan atau ada yang engga tercapai. Diakhir tahun 2012 saya nulis 4 poin resolusi 2013 sbb:
1. Investasi
2. Kurangin hutang
3. Self learning
4. Lancar nyetir

Yuk kita evaluasi satu-satu.
1. Investasi
Sepanjang tahun 2013. Saya sudah menambahkan 3 instrumen investasi. Satu unit apartemen yang rencananya nanti disewakan sehingga ada pemasukan pasif yang baru, dan dua instrumen lainnya adalah produk pasar modal yaitu dua-duanya reksadana saham di dua sekuritas yang berbeda.

Menambah investasi bagi saya juga artinya menambah hutang. Untuk pembelian properti itu saya ngutang lagi dan harapannya nanti yang bayar cicilan ke bank adalah si penyewa. Teknik ini sudah berhasil diterapkan untuk properti saya yang pertama sejak tahun 2009 dan sekarang masih berjalan dan utang yang satu itu sudah lunas.
Kali ini, cicilan ke bank dengan cicilan sekitar 30 persen dari gaji. Lumayan menguras juga ya.

Target disewakan awal tahun ini tidak tercapai, karena pihak building manajemen belum memberi ijin tinggal karena belum semua unit diserah terimakan. Padahal unit saya sudah selesai renovasi full furnished dan eletroniknya pun sudah komplit.

Dengan adanya cicilan baru ini ostomatis pengeluaran saya juga bertambah banyak dan seringkali keuangan carut marut di akhir bulan. Tapi saya harus bisa melaluinya. Seperti saya berhasil melalui sewaktu invest di properti yang pertama, sampai unit bisa disewakan.

Kadang sakit kepepetnya, Saya minjem duit suami untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Seperti biasanya, suami paling ngomel ngomel dikit sembari bilang “makanya jangan maksain”. Namun bagi saya yang namanya investasi ya harus maksain. Kalau engga, mana bisa punya. Kalau nunggu duit terkumpul dari sisa pengeluaran bulanan saya yakin saya gak bakal punya apa-apa.

Seperti yang kita tau kebutuhan atau keinginan mah pasti ada aja. Dengan modal nekad namun realistis, saya sih berani hajar (beli). Walopun pertamanya berdarah-darah dulu. Seperti setahun terakhir ini, diakhir bulan saya pasti keteteran. Kebutuhan selalu ada, namun duit terbatas karena adanya cicilan baru.

Bagi saya investasi saya saat ini walopun dijalani dengan berdarah-darah namun yakin akan berbuah manis kedepannya, bukan buat apa-apa, namun buat bekal buat anak-anak saya, modal pensiun demi kehidupan yang lebih nyaman dan sejahtera dikemudian hari. Saya sedang membangun aset saya sedini mungkin.

Saat ini memang hampir untuk keperluan pribadi jadi korban. Bukan gak kepengen saya spt orang-orang kerja lainnya, pakaian selalu baru, sepatu baru, gadget mahal, muka konclong sering perawatan, nongkrong ke mall pas jam istirahat. Maaan, i’m wanting it so bad. Kalo mikirin napsu dan kepuasan saat ini saya sudah melakukannya. Tp saya tunda kesenangan itu.

Bagi saya, belanja baju baru hanya jika suami ngasih duit buat belanja baju. Perawatan body and muka, cukup dilakukan dirumah seadanya dengan bahan dari buah2an atau sayuran, entah bengkoang dibikin masker, kulit alpukat dibikin peeling. Gadget? hanya nunggu belas kasihan dari suami buat beliin and makan siang? Cukup ke pasar jongkok, area kuliner dekat kantor saja. Seru bareng temen2 junior di kantor. Siang-siang panas mentereng sambil keringetan makan bakso atau ikan tude  yang menghasilkan muka kusam karena sering kepanasan namun perut kenyangnya sama aja dengan yang makan di mall tapi ita bisa save duit lumayan.

Hemat dari yang kecil-kecil juga saya lakukan. Mulai dari naik kereta kekantor, jalan kaki ke tempat angkot menuju stasiun daripada naik ojeg.

Nah, Hasil dari perjuangan saya itu, alhamdulilah saat lahiran anak kedua, ini sibuk cari elektronik buat ngisi apartemen baru. Jadi inget dulu waktu abis lahiran anne, juga sibuk cari elektronik buat ngisi ruah baru. 2,5 tahun yang lalu. Ya Allah tidak pernah lupa sama janjinya. Masing-masing anak dikasi rezeki yang tak diduga dan tak terkira. Alhamdulilah.

Investasi kedua ditahun 2013 yang sudah saya lakukan yaitu membuka akun reksadana saham yang baru dari sebuah perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini sudah teruji track record nya dalam mengelola reksadana dengan memenangkan best reksadana dari majalah ekonomi terkemuka. Investasi tiap bulan autodebet dari rekening, lama-lama gak berasa. Bekal buat anak-anak sekolah sudah dipersiapkan sejak dini.

2. Kurangin hutang
Alhamdulilah cicilan properti sebelumnya sudah lunas ke bank. Namun sebenarnya hutang itu masih ada, soale ngutangnya sekarang ke kantor hehe. Dengan fasilitas pinjaman dari kantor saya bisa nutup hutang ke bank dengan bunga yang jauh lebih rendah. Dengan suku bunga yang tinggi seperti sekarang, kebayang saya kalau tahun lalu gak lunasin. Jadi berapa tuh cicilannya sekarang. Alhamdulilah kewajiban ke bank sudah berkurang satu.

3. Self learning
Ini dia yang tidak mencapi target. Boro-boro mau belajar lagi bahasa perancis atau inggris. Baca buku aja udah gak sempat soale sekarang udah ada kesibukan baru yaitu main game candy crush . Gila ya itu games bikin ketagihan walopun kadang terpaksa beli alat bantu supaya naik level. Bulan lalu saya gak bisa nahan tau-tau tagihan KK 150an ribu buat bayar ke itunes store aja. Sekarang sih udah bisa meredam napsu membeli dan banyakin temen di fb untuk diminta bantuan. Jadi gak suah selalu beli.

4. Lancar nyetir.
Ini dia resolusi yang udah 4 tahun kayaknya sulit dijalanin. Kalau resolusi investasi sih kayaknya ada aja nyali ya, kalau nyetir nyerah deh. Apalagi sekarang anak udah dua. Semakin ciut aja nih nyali. Beberapa bulan lalu bapaknya anak-anak ada tugas di bandung selama 3 bulan. Balik ke rumah seminggu sekali. Saban senen subuh suami selalu minta dianterin ke travel. Ituu mulesnya dari minggu malem ni perut karena kepikiran tar subuh kudu nyetir. Tapi herannya grogi itu justru sebelum nyetir ya dijalanin, kalau udah pegang setir mah fine2 aja tuh. Tapi tetep, sampai sekarang paliiing males kalau harus megang setir mobil. Ya sudahlah mungkin lama-lama kudu pake sopir juga.

Oke itulah evaluasi resolusi 2013. Kira2 yang resolusi paling penting sudah dijalanin, sekarang saya mau bikin daftar resolusi 2014.
1. Kurban sapi
2. Kumpulin modal buat bayar2 kewajiban selama cuti diluar tanggungan
3. Ngintil suami yang mau sekolah ke LN
4. Masukin anne sekolah
5. Maunya punya rumah kedua (paling lama 3 tahun lagi)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: