OFF TO USA

Selepas lebaran tahun ini, rencananya kami sekeluarga mau ke US dan tinggal disana selama 2 tahun. Suami dapat beasiswa dari kantornya untuk melanjutkan program master di University of Illinois at Urbana Champaign, Illinois-USA. Proses dapat beasiswa ini ceritanya puanjaaang banget. Kira-kira mulai ikut seleksi di awal tahun 2013, sampai pada tahap lulus seleksi sekitar bulan Agustus 2013 yang dilanjutnya dengan IHT intensif di Bandung selama 3 bulan full (September-Desember 2013) untuk belajar GMAT dan IELTS. Setelah itu suami mulai daftar-daftar ke universitas di US da UK.
Dengan nilai IELTS 8.5 dan GMAT 680 yang akhirnya diterima pertama kali di U of I at Urbana Champaign (UIUC). Daftar kesini konon kabarnya karena living cost di Urbana sangat terjangkau untuk family. Apalagi misinya suami nyari beasiswa selain buat aktualisasi diri juga pengen boyong keluarga ke Luar Negeri. Sebulan sehabis diterima di U of I, suami juga diterima di Manchester Business School, University of Manchester, UK. Saat ada dua pilihan yang sama-sama berat ini, kita seperti ngitung kancing baju US, UK, US, UK??? Mau ke US apa ke UK? hehehe
Dua-duanya pilihan yang berat. Seperti kata suami, pilihannya yang satu kamek yang satunya lagi. Rancak. Jadi emang kelasnya ama prestisnya sama si dua university ini. Tinggal kita pilih maunya di US apa di UK. That’s it. Masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Saat itu kita galau abis menentukan yang mana. Berikut kelebihan dan kekurangan MBS dan UIUC menurut versi kita:

UIUC
Kekurangan
1. Lokasinya di kota kecil
2. MBA Ranking sedikit dibawah MBS

kelebihan:
1. Living cost murah
2. Bisa keliling USA tanpa perlu bikin visa lain.
3. Sekolah bisnis di USA lebih prestisius ketimbang di UK (katanya, tapi tergantung kampusnya juga sih).

MBS
Kekurangan
1. Living Cost mahal bisa 1800 GBP untuk keluarga 4 orang (nombok donk)
2. Dari kantornya udah banyak yang diterima di MBS, perlu penyebaran.
3. Harus bikin visa lagi kalau mau keliling eropa

Kelebihan
1. Kota besar, dan ada potensi buat ketemu atau gampang nonton konser 1D
2. MBA Ranking sedikit diatas UIUC
3. Bisa keliling Eropa

Nah bingung kan mau pilih UIUC apa MBS? Hehe…
Jangan tanya saya mana yang mau dipilih, si plin plan ini kadang pengen ke UK tapi lebih pengen lagi ke US, apalagi hobinya nonton film Hollywood yang udah akrab banget dengan kota-kota di US yang ada di film-film seperti NY, LA, dsb. Aku udah memutuskan ke US, eh besoknya langsung berubah pikiran lagi pengen tinggal di Manchester juga karena 1D sering banget manggung di Etihad Stadium, Manchester, hahaha. Akhirnya tanggal 12 April 2014, suami memutuskan untuk ke US aja. Saat ini kita sempet berantem karena saya bujuk suruh pindah lagi ke UK. Aduuhh suami yang mau sekolah kok bini yang rempong hehe..

Akhirnya sekarang saya udah legowo kemanapun suami tercinta mau sekolah menimba ilmu saya siap menemani. Setelah dihitung-hitung, Justru ke US banyak kelebihannya karena living cost yang terjangkau dimungkinkan bagi kami untuk bisa nabung buat keliling US dan kata suami kalau ada waktu dan rezeki mau juga ke Eropa. Woohooooo….

Sekarang tahap persiapaannya, kita lagi nyicil packing-packing peralatan rumah buat disimpan. Suami maunya rumah di Bintaro ini di kontrakin. Kalau aku pribadi sebenarnya tidak rekomended rumah dikontrakin, karena pada umumnya orang ngontrak cuma bikin rumah rusak aja. Uang sewa rumah gak sebanding dengan renovasi dan tenaga yang harus disiapkan diakhir masa kontrak. Tapi apa kata suami, manut aja lah. Mau dikontrakin dan kosong, rusak-rusak juga si memang. Jadinya, sekarang ada hari libur, kita nyicil packng-packing barang, kosongin rumah dengan waktu yang ngak nyampe 2 bulan ini (dipotong bulan puasa). Peralatan masak yang jarang dipake dan buku yang sudah dibaca sukses sudah masuk ke kontainer. Kita beli kontainer ukuran sedang sebanyak 8 unit, udah keisi semua. Jadi harus beli lagi nih masih banyak banget barang yang belum di pack termasuk sisa buku yang setengah lemari lagi dan pakaian. Baju-baju juga mau disumbangin aja lah kalau yang udah jarang dipake.
Oke itu persiapan rumah.

Lalu persiapan ke berangkatan, kita baru mau apply visa.
Si anak bayi ini kan baru lahir 1 Januari 2014. Bikin akta lahir dan masukin namanya ke kartu keluarga aja perlu waktu berbulan-bulan, Secara pak RT di Pondok Indah ke Luar Negeri melulu. Sekarang sih paspor si anak bayi sudah kelar, form I-20 dari UIUC untuk seluruh keluarga minus si bayi udah di tangan. Sekarang tinggal nungu I-20 susulan si bayi yang belum dikirim. Setelah itu kita langsung apply visa, targetnya sih minggu ketiga atu keempat bulan ini urusan visa udah kelar.

Lalu, karena saya orang kantoran, persiapan cuti saya sendiri harus diurus. Alhamdulialh sih permohonan unpaid leave konon kabarnya sudah disetujui Gubernur. Saat ini SDM lagi ngitung-ngitung kewajiban yang harus aku bayar ke kantor selama periode aku cuti (2 tahun). Yes, walaupun unpaid leave ini jelas-jelas unpaid alias tidak digaji, tapi tetep lho cicilan utang ama dana pensiun kantor kudu dibayar dimuka selama 2 taun yang konon kabarnya sekitar 80 jtaan. Itu baru kewajiban kantor lho. Belum lagi dana Living cost emak di kampung, premi asuransi, setoran reksadana, dan ciclan apartemen ke bank juga kudu disiapin untuk 24 bulan ke depan. (duh kayaknya kudu jual obligasi nih, hiks..). Insha Allah sih karena udah dipersiapkan dari lama, urusan dana ini sudah dipersiapkan. Yang penting pas saat saya engga gajian ini, orang yang tergantung sama saya masih survive dan dana pendidikan anak juga kudu tetep jalan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: