Orang miskin di Illinois

sudah mau lima bulan kami disini diperantauan, lalu apakah sudah homesick?

well kadang2 pasti homesick. apalagi ketika suami sibuk belajar di kampus, pergi pagi pulang larut malam, macam orang kerja. sementara saya dirumah sama anak-anak kalau lagi gak ada kegiatan paling bobo aja. nah, ketika itu muncul perasaan homesick. Tiba2 kangen rumah bintaro, kangen enin, kangen makan bakso juga huhu.

well, sebenarnya banyak siih kerjaan. yang namanya kerjaan RT itu gak ada beresnya, ya gak? cuma kadang perlu juga leyeh leyeh sama anak2, gak ngelakuin apa2.

selain kangen tiga hal tadi, selebihnya saya asiiik tinggal disini. disini statenya cukup perhatian sama penduduk yang kurang mampu, seperti kami kami ini yang hidup dari beasiwa. allowance beasiswa biasanya dibawah rata2 penghasilan minimum disini. sehingga menurut state Illinois, layak untuk dibantu.

saya sudah cerita belum ya, saya anggota dari WIC (Woman, Infant and Chidren) suatu program bantuan untuk ibu2 menyusui, anak2 dibawah 5 tahun. bantuannya berupa kupon cek yang bisa dibelanjain di supermarket tertentu sesuai yang ditunjuk. nilai cek nya lumayan, bisa dibelikan sayuran dan buah2an segar, cereal, susu, telor, makanan bayi, makanan kaleng dll. item yang boleh dibeli sudah diatur. misal susu. susunya harus yang lemak sekian persen. jus nya harus yang kadar vitaminnya sekian persen. berasnya harus s beras merah dst. intinya penerima bantuan ini harus cukup pangan dan makan makanan sehat.

lalu, selain batuan kupon sembako., pengajuan asurasi untuk kesehatan anak anak kami juga alhamdulilah telah di approve. karena beasiswa suami tidak cover kesehatan seluruh keluarga, kecuali yang bersangkutan yang sekolah saja, maka cover kesehatan untuk istri dan anak2 mau gak mau kudu keluar dari kocek sendiri. yang harga preminya juga lumayan. akhirya kami apply allkids, asuransi kesehatan dari state dan alhadulilah di eprup. lagi2 karena penghasilan minim dan jumlah anggota keluarga yang banyak. Sesuai namnya, allkids hanya mengcover kesehatan anak2 saja, si istri alias saya sampai saat ini belum punya asuransi kesehatan hiks.. saat ini masih pake asuransi Allah, yang maha Penjaga saja.

alhamdulilah sejak menerima kartu berobat dari state untuk anak2, ketika anak2 sakit dan butuh ke dokter, kita langsuung cuss ke klinik terdekat. pengalaman berobat pertama di klinik umum sangat menyenagkan. semua tenaga medis sangat ramah, pemeriksaan rinci dan detil. sangat beda ketika saya dengar pengalaman temen2 di indonesia kalau berobat pake BPJS sering mendapat perlakuan yang kurang menyeangkan dari pihak RS. disini saya seolah tidak ada beda dengan pasien lagi yang mungkin menggunakan polis asuransi yang mahal. intunya tidak ada diskriminasi disini. apa karna kota kecil ya?

saya senang tinggal disini karna orang orang sangat ramah dan helpful. dimana saja berpapasan selalu menyapa. saya belanja pake kupon WIC juga tidak ada yang memandang sinis. malah minggu lalu sewaktu saya bayar dikasir, ada beberapa item yang ditolak oleh kasir karena tidak sesuai ketentuan. kalau ada yang seperti ini kasir tanya mau dibatalkan atau bayar pribadi. saya bilang just leave it there alias ditinggalkan saja toh saya gak butuh2 amat hanya karena mau ngabisin kupon aja sebelum expired date. lagipula bahan makanan di rumah juga masih banyak. eh ternyata ibu2 yang antri di belakang menawarkan untuk membayari item yang hampir batal tadi. Mungkin difikirnya saya benar2 gak punya duit. saya sangaaaat terharu. barangnya sih tidak seberapa, hanya sebotol jus, satu kerat keju swiss dan satu kaleng plastik peanut butter, tapi perhatiannya itu lhoo. she said she was happy to help people. oke deh bu semoga rezeinya bertambah ya bu🙂

kadang suami saya suka ngeledik saya. “tasnya Coach, dompetnya Kate Spade, masa belanja pake kupon WIC”? heheh..

saya sering juga liat orang juga cuek aja pake tas breanded dan mobil bagus ke public health dept yang notabede orang2 penerima bantuan semua. disini petugas yang berwenangnya engga usil sih. yang penting angka gak bohong, penghasilan kita memang segitu sesuai surat. lagipula branded item disini engga semahal di jakarta. orang gak mampu pun masih bisa nenteng Kate Spade handbag kalau belinya ketika diskon. diskon disini kan gak main2main bisa sampai 70%.

ketika kami beli carseat di public health, mobilnya juga keren2.. anggota WIC juga bisa beli carseat dengan harga miring (setengahnya dari yang di toko). yang bisa ikut program ini kan anggota WIC juga sama seperti saya. di toko2/ supermarket carseat biasa aja bisa sampe $40. disini cuma $20. beli disni bukan seperti beli ditoko dapet barang trus bayar trus langsung pulang. tapi ada pengarahan tatacara pemakaian carseat yang benar, pendataan expired date carseat, dan praktek sendiri pasang carseat di mobil. ya ampuun negara ini sangat perhatian banget sama keselamatan warganya ya? lagi lagi saya bandingin sama di indonesia, anak bocah dipangku orang dewasa pun dimobil tdk masalah. walaupun saya sendiri sewaktu di jakarta pasti dudukin anak di carseat.

lalu? karena banyak bantuan, otomatis belanja pribadi sedikit berkurang donk? itu mah pinter2an kami aja cari info gratisan heheh..
alhamdulilah sih masih bisa belanja dan liburan.

1 Comment »

  1. denie said

    Salam kenal mba, kebetulan aku lg search blog orang2 yg stay di illnois, park ridge jarang akhirnya aku nemuin blog mba..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: